Menentukan Tajuk Entri


Sebelum kita melangkah kita harus melihat jalan yang kita lalui agar kita tidak tersandung dan apalagi jatuh. Pertama kita harus mengenal Deskripsi? Dieskripsi adalah upaya pengelolahan data yang diuraikan secara jelas dengan tujuan agar dapat dimengerti oleh orang yang tidak langsung mengalaminya. Dan, Bibliografi berasal dari bahasa Latin Biblos yang artinya Buku. Karena itu, data yang mengenai buku disebut data bibliografi:

  1. Pengarang
  2. Judul
  3. Edisi
  4. Kota terbit
  5. Penerbit
  6. Tahun penerbit
  7. Keterangan fisik dokumen tersebut, spt: halaman dan lebar
  8. Ilustrasi/gambaran dokumen, bila ada
  9. No dokumen/ISBN.

Pembuatan dan penyusunan data bibliografi dari sebuah dokumen, itu merupakan Deskripsi Bibliografi. Ada juga yang menyebut Pengkatalogan (cataloging).

Dalam pemuuatan Deskripsi Bibliografi haruslah menggunakan pedoman deskripsi bibliografi.

  1. Menggunakan tajuk entri utama
  2. Membuat deskripsi data bibliografi.

Ada juga yang berpendapat bahwa, Deskripsi Bibliografi adalah, data bibliografi yang tersusun  secara sistamatis sehingga dapat mudah diakses dari berbagai pendekatan. Hasil deskripsi bibliografi biasanya dituangkan dalam bentuk katalog.

Ada juga yang berpendapat bahwa. Deskeripsi Bibliografi adalah penyabaran semua bahan pustaka yang dipunyai perpustakaan. Deskripsi Bibliografi dapat juga dikatakan pengkatalogan. Dalam pembuatan deskripsi bibliografi. Tujuan dari pembuatan deskripsi bibliografi adalah agar user secara efektif dan efisien menemukan informasi yang diperlukan.

pembuatan deskripsi bibliografi tesebut harus menggunakan pedoman. ISBN merupakan pedoman yang dirumuskan oleh IFLA. Atau juga, AACR2 (Anglo American Cataloguing Rules Edisi 2).

MENENTUKAN TAJUK ENTRI

  1. PENENTUAN TAJUK ENTRI UTAMA

Tajuk entri utama adalah kata pertama yang dicantumkan dalam katalog utama, disebut juga sebagai tajuk (heading) suatu karya (bahan pustaka). Tajuk digunakan sebagai titik telusur (access point) utama untuk mencari bahan pustaka yang telah diolah. Tajuk entri utama bisa berupa:

– nama pengarang perorangan,

– nama badan korporasi, atau

– judul.

  1. Nama Pengarang Perorangan

Pengarang perorangan adalah orang yang bertanggung jawab terhadap isi dari suatu karya, misalnya:

– Penulis buku

– Komposer musik

– Artis (pelukis, pemahat, dsb.)

– Fotografer

– Penyusun bibliografi

– Kartografer (pembuat peta) 6

  1. Nama Pengarang Badan Korporasi

Badan korporasi adalah suatu organisasi atau sekelompok orang yang mempunyai satu nama bersama dan bertanggung jawab terhadap isi dari suatu karya, seperti:

– Perusahaan bisnis

– Lembaga Pemerintah

– Pertemuan: – Konferensi

– Seminar

– Simposium

– Lokakarya, dsb.

Badan korporasi ditetapkan sebagai tajuk entri utama pada suatu karya, apabila karya tersebut memuat/berhubungan dengan:

  1. Administrasi yang berhubungan dengan badan korporasi yang bersangkutan, misalnya: laporan tahunan, kebijaksanaan, kegiatan, keuangan, personalia, hak milik, dsb.;
  2. Suatu hukum atau kumpulan hukum, peraturan administrasi, perjanjian;
  3. Suatu laporan panitia, komisi, dsb.;
  4. Suatu teks liturgi gereja, sekte, dsb.;
  5. Suatu koleksi makalah yang disajikan pada suatu konferensi seperti prosiding (asalkan nama konferensi tercantum dengan jelas pada dokumen yang sedang diolah), atau laporan suatu 7 ekspedisi (asalkan nama ekspedisi tercantum dengan jelas pada dokumen yang sedang diolah).
  6. Judul

Judul suatu karya dijadikan sebagai tajuk entri utama apabila:

  1. Nama pengarang perorangan tidak diketahui, dan tidak ada badan korporasi yang bertanggung jawab terhadap isi karya tersebut;
  2. Karya tersebut ditulis oleh lebih dari 3 (tiga) pengarang, dan tidak ada badan korporasi yang bertanggung jawab;
  3. Suatu karya atau kumpulan karya yang diproduksi di bawah pimpinan editor dan mempunyai satu judul kolektif;
  4. Karya yang dikeluarkan oleh badan korporasi, akan tetapi isinya bukan memuat informasi seperti administrasi, kumpulan hukum, laporan komosi/panitia, teks liturgi gereja, kegiatan sekte, atau prosiding konferensi.
  1. PENENTUAN TAJUK ENTRI TAMBAHAN

Pada katalog dapat diberikan tajuk entri tambahan, sehingga karya tersebut dapat ditemukan kembali melalui titik telusur lainnya, selain melalui tajuk entri utama. Entri tambahan dibuat untuk:

  1. Nama pengarang kedua dan ketiga, editor, penterjemah, dsb., apabila karya tersebut dibuat oleh dua atau tiga nama orang atau badan korporasi yang terlibat;
  2. Nama penerbit, terutama yang ikut bertanggung jawab terhadap isi dokumen, biasanya instansi pemerintah yang menjadi penerbit;
  3. Judul karya dan judul seri, apabila tajuk entri utama bukan judul karya. Tajuk entri tambahan dibuat berdasarkan jejakan yang ada di katalog dasar/utama. Jumlah katalog tambahan yang dibuat adalah sebanyak jejakan yang tercantum. Pada katalog tambahan, tajuk entri tambahan tercantum pada baris paling atas. 9
  4. PENCANTUMAN TAJUK-TAJUK ENTRI
  5. TAJUK NAMA PENGARANG

Penentuan nama pengarang yang akan ditetapkan sebagai tajuk entri berpedoman pada peraturan AACR2 yang secara garis besar dirangkum sebagai berikut:

  1. Karya pengarang tunggal

Adalah karya yang ditulis oleh 1 (satu) orang pengarang. Katalog dasar yang dibuat mempunyai tajuk entri utama pada nama pengarang tersebut, dan mempunyai satu katalog tambahan untuk judul karya.

Contoh:

Satu orang penulis bernama “Ida Nyoman Oka”, membuat tulisan berjudul “Pengendalian hama terpadu dan implementasinya di Indonesia”, maka:

Tajuk entri utama           :           Nama pengarang tersebut

Tercantum                      :           OKA, Ida Nyoman

Tajuk entri tambahan     :           Judul karya

Tercantum                      :           Pengendalian hama terpadu …

  1. Karya pengarang ganda

Adalah karya yang ditulis oleh 2 (dua) sampai 3 (tiga) orang pengarang. Katalog dasar yang dibuat mempunyai tajuk entri utama pada nama pengarang yang disebut pertama kali pada dokumen, dan mempunyai beberapa katalog tambahan, yaitu 2 (dua) katalog tambahan apabila karya ditulis oleh dua orang, yaitu untuk pengarang kedua dan judul karya; atau 3 (tiga) katalog tambahan apabila karya ditulis oleh tiga orang, yaitu untuk pengarang kedua dan ketiga, serta judul karya

Contoh:

Dua orang penulis bernama “Janes Berthy Alfons dan Sjahrul Bustaman”, menyusun satu buku berjudul “Prospek dan arah pengembangan sagu di Maluku”, maka:

Tajuk entri utama           :           Nama pengarang pertama

Tercantum                      :           ALFONS, Janes Berthy

Tajuk entri tambahan     :           Nama pengarang kedua dan Judul karya

Tercantum                      :           Bustaman, Sjahrul Prospek dan arah …

Contoh:

Tiga orang penulis bernama “M. Thamrin, Heru Sutikno, dan S. Asikin”, menyusun satu buletin teknik berjudul “Pengendalian hama tikus terpadu di lahan pasang surut”, maka:

Tajuk entri utama           :           Nama pengarang pertama

Tercantum                      :           THAMRIN, M.

Tajuk entri tambahan     :           Nama pengarang kedua, nama pengarang ketiga, dan

Judul karya

Tercantum                      :           Sutikno, Heru Asikin, S. Pengendalian hama tikus …

  1. Karya lebih dari 3 orang pengarang

Adalah karya yang ditulis oleh lebih dari 3 (tiga) orang pengarang yang mempunyai kontribusi yang sama pada karya tersebut. Katalog dasar yang dibuat mempunyai tajuk entri utama pada judul karya tersebut, dan kartu tambahan dibuatkan hanya sebanyak satu buah untuk nama pengarang yang disebut pertama kali pada dokumen.

Contoh:

Suatu karya hasil penelitian berjudul “Pengaruh suplementasi rayap sebagai sumber protein dalam ransum ayam pedaging”, ditulis oleh empat orang penulis, yaitu “Harry Prasetyo, Agus Priatno, Noorman, dan Subakti”, maka katalog yang dibuat terdiri dari dua katalog sebagai berikut:

Tajuk entri utama           :           Judul karya

Tercantum                                  :           PENGARUH suplementasi rayap sebagai sumber

protein dalam ransum ayam pedaging

Tajuk entri tambahan     :           Nama pengarang pertama yang tercantum dalam

dokumen

Tercantum                      :           Prasetyo, Harry

  1. TAJUK ENTRI PADA KARYA EDITOR

Suatu buku atau tulisan yang termasuk dalam kategori karya editor adalah karya kontribusi dari beberapa orang pengarang yang berbeda yang disunting oleh satu orang editor atau lebih; atau badan korporasi yang bekerja di bawah pimpinan editor. Editor bukan penanggung jawab isi suatu karya, karena hanya berperan untuk menyunting hasil karya pengarang lain. Penentuan tajuk entri utama untuk karya editor dapat ditentukan dari judul dokumen yang bersangkutan, yaitu dari keberadaan judul setiap karya atau kumpulan karya. Berbagai macam judul dalam karya editor antara lain, judul sebenarnya, judul karya yang pertama kali tercantum, atau judul kolektif.

  1. Karya editor dengan judul kolektif

Karya yang tercakup dalam kategori ini adalah suatu karya yang merupakan kumpulan karya dari beberapa orang pengarang perorangan dan masing-masing mempunyai judul karya tersendiri; yang disunting oleh satu orang editor atau lebih; dan diterbitkan dengan menggunakan satu judul yang sama (judul kolektif).

Contoh 1:

Suatu buku yang berisi beberapa karya hasil penelitian berjudul “Hybrid rice for food security, poverty alleviation, and environmental protection”, disunting oleh tiga orang editor, yang tertulis dalam halaman judul sebagai berikut, “Edited by S.S. 13 Virmani, C.X. Mao, and B. Hardy”, maka katalog yang dibuat terdiri dari empat katalog sebagai berikut:

Tajuk entri utama           :           Judul karya

Tercantum                      :           HYBRID rice for food security, poverty alleviation, and

environmental protection

Tajuk entri tambahan     :           Nama editor pertama, kedua, dan ketiga yang tercantum

dalam dokumen

Tercantum                      :           Virmani, S.S.

Mao, C.X.

Hardy, B.

Contoh 2:

Suatu buku yang berisi beberapa karya para pengarang yang berafiliasi dalam satu instansi, yaitu “Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPTP) Jakarta”, berjudul “Teknologi untuk negeri”, disunting oleh empat orang penyunting, “Marzan Aziz Iskandar, Indroyono Soesilo, Wahono Sumaryono, dan Riza”, maka katalog yang dibuat terdiri dari tiga katalog sebagai berikut:

Tajuk entri utama           :           Judul karya

Tercantum                      :           TEKNOLOGI untuk negeri

Tajuk entri tambahan     :           Nama editor pertama yang disebut dalam dokumen dan

nama instansi

Tercantum                      :           Iskandar, Marzan Aziz

Badan Pengkajian dan Penerapan

Teknologi (BPTP)

  1. Karya editor tanpa judul kolektif

Karya yang tercakup dalam kategori ini adalah suatu karya yang merupakan kumpulan karya dari beberapa orang pengarang 14 perorangan dan masing-masing mempunyai judul karya tersendiri; yang disunting oleh satu orang editor atau lebih; namun tidak menggunakan satu judul kolektif, dan diterbitkan menggunakan judul penelitian pertama yang tedapat dalam dokumen.

Contoh:

Suatu buku yang berisi dua karya hasil penelitian berjudul “Pemupukan berimbang pada tanaman padi”, yang ditulis oleh “Agus Mustofa dan Nurhamdi”, dan karya kedua berjudul ”Pemberantasan hama belalang dengan insektisida nabati”, yang ditulis oleh “Ida Nurlaila”, maka katalog yang dibuat terdiri dari empat katalog sebagai berikut:

Tajuk entri utama           :           Pengarang pertama dari karya pertama

Tercantum                      :           MUSTOFA, Agus

Tajuk entri tambahan     :           Nama pengarang kedua dari karya pertama, nama

pengarang dari karya kedua, dan judul karya pertama

Tercantum                      :           Nurhamdi

Nurlaila, Ida

Pemupukan berimbang pada …

  1. TAJUK ENTRI PADA KARYA CAMPURAN

Suatu karya dapat tercipta dari kontribusi para perorangan atau badan korporasi yang masing-masing mempunyai tanggung jawab yang berbeda terhadap isi intelektual atau artistik karya 15 tersebut. Karya tersebut disebut sebagai karya campuran, misalnya ada yang memberikan kontribusi dalam hal penulisan, pengilustrasian, penyuntingan, penterjemahan, penyaduran, dan sebagainya.

  1. Karya terjemahan

Adalah karya yang merupakan karya hasil terjemahan (alih bahasa) dari karya asli pengarang perseorangan, dan terdapat penterjemah yang hanya mengalihkan bahasa saja dan tidak mengubah isi karya tersebut.

Contoh:

Satu orang bernama “Savitri” menterjemahkan buku yang diberi judul “Pengaruh ekosistem penangkapan ikan di Laut Mediteranian”, dengan pengarang asli bernama “Edward Gemund”, maka katalog dibuat untuk tiga entri berikut:

Tajuk entri utama           :           Nama pengarang asli

Tercantum                      :           GEMUND, Edward

Tajuk entri tambahan     :           Nama penterjemah dan Judul karya

Tercantum                      :           Savitri

Pengaruh ekosistem penangkapan …

  1. Karya saduran

Adalah satu karya dari pengarang asli yang kemudian disadur oleh orang lain (penyadur) dan terjadi beberapa perubahan dari karya aslinya. Pada karya ini yang menjadi tajuk entri utama adalah 16 penyadur, karena dia mengubah isi karya tersebut dan merupakan penanggung jawab utama terhadap isi karya.

Contoh:

Seorang penyadur buku bernama Yus Rusila Noor dan memberi judul “Panduan studi burung pantai”, dan tercantum nama pengarang aslinya “John Howes dan David Bakewell”, dengan judul karya aslinya “Shorebirds studies manual“, maka katalog dibuat untuk tiga entri tambahan berikut:

Tajuk entri utama           :           Nama penyadur

Tercantum                      :           NOOR, Yus Rusila

Tajuk entri tambahan     :           Nama pengarang asli dan Judul karya saduran

Tercantum                      :           Howes, John

Bakewell, David

Panduan studi burung …

  1. Karya hasil wawancara

Adalah karya hasil wawancara yang ditulis oleh seseorang. Pada karya semacam ini yang bertanggung jawab terhadap isi karya adalah orang yang diwawancarai, karena dia yang merupakan nara sumber dan sebagai pihak yang mengeluarkan ide, sedangkan pewawancara hanya berkontribusi sebagai penulis kembali atau perangkum terhadap hasil wawancara.

Tajuk entri utama        :           Yang diwawancarai

Tajuk entri tambahan  :           Pewawancara dan judul karya

  1. Karya anonim

Adalah karya tanpa nama pengarang, baik pengarang perorangan maupun badan korporasi yang bertanggung jawab terhadap isi karya.

Tajuk entri utama        :           Judul karya

III. PENULISAN TAJUK-TAJUK ENTRI

  1. TAJUK UNTUK NAMA PERORANGAN

Nama seseorang yang dicantumkan pada suatu karya, Kadangkala berupa nama sebenarnya, nama samaran, nama \panggilan, nama dengan gelar, nama dalam agama, inisial atau jenis nama lainnya. Dalam menentukan nama orang sebagai tajuk perlu diperhatikan 3 langkah sebagai berikut:

  1. Pilih nama yang paling dikenal. Sebagian orang hanya dikenal dengan satu nama, akan tetapi dalam beberapa kasus satu orang diidentifikasikan dengan dua atau lebih nama misalnya nama sebenarnya, nama samaran, atau nama yang tercantum pada sumber informasi utama (halaman judul) dari setiap karyanya;
  2. Tetapkan bagian tertentu dari nama yang dipilih untuk menjadi kata pertama dalam tajuk. Sebagian besar kasus, kata pertama tersebut adalah nama keluarga;
  3. Buatlah rujukan/penunjukan dari nama-nama yang berbeda untuk orang yang sama. Misalnya pada perbedaan penulisan ejaan kata, singkatan nama dan sebagainya.
  4. Pemilihan Nama

Ketentuan pemilihan nama diri pengarang perorangan:

  1. Nama utama dengan berbagai bentuk nama Kadang-kadang seseorang mencantumkan atau menggunakan beberapa bentuk nama dalam berbagai karyanya, untuk menentukan tajuk entri, maka nama orang tersebut dipilih berdasarkan urutan sebagai berikut:
  2. Nama yang paling umum dikenal;
  3. Nama yang muncul lebih banyak pada terbitan dari karya orang tersebut;

iii. Nama yang sering muncul dalam bahan referensi;

  1. Nama yang paling akhir digunakan.
  2. Nama Samaran

Orang yang selalu menggunakan nama samaran pada setiap karyanya, maka tajuk entri ditentukan pada nama samaran tersebut.

  1. Jenis-jenis Nama

Nama seseorang ada yang terdiri dari satu bagian (nama tunggal) dan ada pula yang terdiri dari beberapa bagian (nama majemuk). Tiap jenis nama tersebut mempengaruhi cara penulisannya sebagai tajuk. Berdasarkan peraturan yang berlaku, 20 untuk elemen entri atau bagian pertama dari tajuk entri ditentukan berdasarkan nama tunggal atau nama keluarga.

  1. Nama tunggal

Adalah nama diri seseorang yang terdiri dari satu bagian, maka yang menjadi tajuk adalah nama tersebut. Contoh:

Nama Tajuk

Suparwaty Suparwaty

Sunardi Sunardi

  1. Nama majemuk

Adalah nama diri seseorang yang terdiri lebih dari satu bagian, disertai nama keluarga/marga, gelar kebangsawanan, dan sebagainya. Cara penulisan nama majemuk dengan pembalikan nama (inverted name), yaitu pada bagian nama yang terakhir diikuti tanda koma dan bagian-bagian nama lainnya. Contoh:

Nama Tajuk

Izzuddin Noor Noor, Izzuddin

Sri Hastuti Suhartini Suhartini, Sri Hastuti

Bungaran Saragih Saragih, Bungaran

  1. Cara Penulisan Nama Majemuk
  2. Nama orang lebih dari satu bagian. Contoh:

Nama Tajuk Iskandar Alisjahbana Alisjahbana, Iskandar I Made Sandi Sandi, I Made

  1. Nama orang dengan nama keluarga:

b.1. Nama keluarga dengan tanda hubung. Contoh:

Nama Tajuk

Amabel Williams-Elis Williams-Elis, Amabel Rani Susanto-Wijaya Susanto-Wijaya, Rani

b.2. Nama keluarga dengan kata sandang dan kata depan

  1. Pengarang Belanda yang berawalan van, van der, van den kata utama/tajuk pada bagian nama sesudah awalan itu. Kecuali pada awalan Ver, maka tajuk pada awalan tersebut. Contoh:

Nama Tajuk

Jan Pieter Robide van der Aa Aa, Jan Pieter Robide van der Jan van Wayenburg Wayenburg, Jan van Albert van Driesche Driesche, Albert van Frank van den Wijngaert Wijngaert, Frank van den Daisy Ver Doren Ver Doren, Daisy

  1. Pengarang Jerman yang nama keluarganya didahului kata sandang, kata utama pada kata sandang seperti: Am, Vom, Zum, Zur. Kecuali nama keluarga yang didahului kata depan, atau kata depan diikuti kata sandang. Kata utama pada bagian nama sesudah kata depan seperti: von dan von der. Contoh:

Nama Tajuk

August Am Thym Am Thym, August Erich Vom Ende Vom Ende, Erich Josef Paul Zum Busch Zum Busch, Josef Paul Otto Zur Linde Zur Linde, Otto Johann Wolfgang von Goethe Goethe, Johann Wolfgang von Peter von der Muhl Muhl, Peter von der

iii. Pengarang Inggris yang nama keluarganya didahului kata sandang, kata utama pada kata sandang seperti: A, D’, De, De la, Du, Le, Van, Von. Contoh:

Nama Tajuk

Gilbert Abbott A Beckett A Beckett, Gilbert Abbott Knightley D’Anvers D’Anvers, Knightley Augustus De Morgan De Morgan, Augustus Walter De la Mare De la Mare, Walter MartinVan Buren Van Buren, Martin Wernher Von Braun Von Braun, Wernher 23

  1. Pengarang Italia yang nama keluarganya didahului kata sandang seperti: A, D’, Da, De, del Della, Di, Li, Lo, kata utama pada kata sandang tersebut. Kecuali untuk nama keluarganya didahului data depan, maka kata utama pada nama keluarga. Contoh:

Nama Tajuk

Giovanni A Prato A Prato, Giovanni Nicola D’Arienzo D’Arienzo, Nicola Lorenzo Da Ponte Da Ponte, Lorenzo Pietro Maria De Amicis De Amicis, Pietro Maria Isidoro Del Lungo Del Lungo, Isidoro Gioacchino Li Greci Li Greci Gioacchino Niccolo Lo Savio Lo Savio, Niccolo Eufrosino Della Volpaia Della Volpaia, Eufrosino Antonio degli Alberti Alberti, Antonio degli Pietro Martire d’ Anghiera Anghiera, Pietro Martire d’ Lorenzo de’ Medici Medici, Lorenzo de’

  1. Nama Indonesia

c.1. Nama Indonesia yang terdiri lebih dari satu bagian. Contoh:

Nama Tajuk

Iskandar Alisyahbana Alisyahbana, Iskandar I Made Sandi Sandi, I Made Muhammad Hatta Hatta, Muhammad 24

c.2. Nama yang berakhiran dengan inisial yang kepanjangannya tidak diketahui. Contoh:

Nama Tajuk

Djakaria N.E. Djakaria N.E. Mahmud Nahiri H.M. Nahiri H.M., Mahmud Marga T. Marga T.

c.3. Nama yang memuat kata bin, binti, ibni. Contoh:

Nama Tajuk

Abdullah bin Nuh Abdullah bin Nuh

Aisyah binti Mahmud Aisyah binti Mahmud

c.4. Nama dengan gelar kebangsawanan/kehormatan

c.5. Nama dengan tambahan tanggal (lahir dan kematian), biasanya digunakan untuk orang yang terkenal.

Nama Tajuk

Abdurrajak Daeng Patunru Patunru, Abdurrajak Daeng Bermawi Sutan Radja Emas Radja Emas, Bermawi Sutan Ahamad gelar Datuk Batuah Batuah, Ahamad gelar Datuk Raden Mas Purbacaraka Purbacaraka, Raden Mas Andi Malarangeng Malarangeng, Andi Haji Abdul Kadir Abdul Kadir, Haji

Contoh:

Nama Tajuk

Sukarno Sukarno, 1920-1967

Suharto Suharto, 1930

  1. Nama China asli

Contoh:

Nama Tajuk

Lim Yauw Tjin Lim, Yauw Tjin Oei Tjong Bo Oei, Tjong Bo

  1. TAJUK UNTUK NAMA BADAN KORPORASI

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat tajuk untuk Badan Korporasi yaitu:

  1. Memilih nama yang akan dijadikan tajuk;
  2. Menentukan ketepatan nama badan korporasi, termasuk penambahan nama lainnya yang digunakan sebagai pembeda;
  3. Apabila badan korporasi merupakan suatu konferensi atau pertemuan lainnya, dan tercantum dalam kalimat yang relatif panjang, maka dapat dibuat penghilangan khusus dengan memberi tanda baca tiga titik (…) yang ditambahkan sesuai peraturan;
  4. Membuat rujukan/penunjukkan dari badan korporasi yang sama, namum mempunyai perubahan nama yang berbeda.
  5. Pemilihan Nama Dan Cara Penulisannya
  6. Nama tepat Badan Korporasi

Nama badan korporasi tersebut ditentukan langsung pada namanya sendiri, kecuali bila menurut peraturan telah ditentukan harus dibuat tajuk pada badan induknya atau nama pemerintahnya.

Contoh: Institut Pertanian Bogor

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

  1. Nama Badan korporasi dalam berbagai bentuk

Nama Badan korporasi yang tertera dalam berbagai bentuk nama, harus dilakukan pemilihan bentuk nama tepat. Dalam hal ini penentuan tajuk dilakukan berdasarkan:

b.1. Nama konvensional

Contoh :      PERHUTANI

BIOTROP

UNESCO

b.2. Nama lengkap

Contoh: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

b.3. Nama resmi 27

b.4. Nama yang paling banyak digunakan pada halaman judul

  1. Nama Badan Korporasi yang mengalami perubahan

Buatlah satu tajuk di bawah nama badan korporasi yang baru, yaitu untuk karya yang muncul di bawah nama itu, kemudian buatkan acuan dari tajuk nama badan korporasi yang lama ke tajuk nama badan korporasi yang baru dan sebaliknya (acuan timbal balik).

Contoh:

Pusat Perpustakaan Pertanian dan Biologi

Lihat juga

Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Lihat juga

Pusat Perpustakaan Pertanian dan Biologi

  1. Nama Badan Korporasi dalam berbagai bahasa

Nama-nama badan korporasi yang dikenal secara nasional maupun internasional dan mempunyai berbagai nama yang dituliskan dalam berbagai bahasa, maka tajuk nama badan korporasi tersebut ditentukan berdasarkan prioritas sebagai berikut:

d.1. Badan Korporasi lingkup Nasional (Badan Korporasi Indonesia):

  1. Pada nama dalam bahasa Indonesia;
  2. Pada nama dalam bahasa Inggris;

iii. Pada bahasa asing lainnya yang paling dikenal di Indonesia.

d.2. Badan Korporasi lingkup Internasional:

  1. Pada nama resmi dalam bahasa Inggris;
  2. Pada nama resmi dalam bahasa asing lainnya yang paling dikenal di Indonesia.
  3. Unsur Tambahan Pada Tajuk Nama Badan Korporasi

e.1. Nama perusahaan, tambahkan bentuk perusahaan atau bentuk badan hukumnya

Contoh :      Prima Jaya (C.V.)

Abadi Nusantara (Firma)

e.2. Badan korporasi dengan nama sama, berikan keterangan tambahan yang berfungsi sebagai unsur pembeda, yang dapat berupa:

– Tempat kedudukan badan korporasi (kota, negara, wilayah, dan lainnya);

– Keterangan tahun berdirinya;

– Keterangan lain yang dianggap sesuai.

Contoh :          Universitas Nasional (Jakarta)

Universitas Nasional (Semarang)

e.3. Badan pemerintahan adalah Badan Korporasi yang mempunyai wilayah kekuasaan atau Badan pemerintahan yang tidak mempunyai badan lain di atasnya. Penulisan Badan Pemerintah sebagai tajuk dilakukan dengan mencantumkan bentuk nama badan tersebut dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Contoh :

Jawa Barat. Pemerintah Daerah Tingkat I Sumatera Barat. Pemerintah Daerah Tingkat I Indonesia. Majelis Permusyawaratan Rakyat

e.4. Konferensi dan pertemuan lainnya Badan korporasi yang merupakan suatu pertemuan, seminar, konferensi dan sejenisnya, tajuk ditentukan pada nama suatu konferensi atau pertemuan tersebut. Apabila konferensi tersebut mencakup keterangan seperti nomor, frekuensi, atau tahun penyelenggaraan, maka keluarkan unsur-unsur ini dari dalam tajuk dan cantumkan sebagai unsur pembeda yang ditulis dalam tanda kurung di belakang tajuk.

Contoh :

Conference of Library Survey (1999 : Chicago)

International Conference on the Biology (2006 : Jakarta)

Latihan Pengelolaan Kebun Percobaan Padi (Ke-3 : 2003 : Sukamandi)

Indonesian Cancer Conference (2nd : 2005 : Bandung)

e.5. Badan Korporasi yang dimiliki oleh berbagai Badan Korporasi yang berbeda Nama Badan Korporasi yang diperkirakan dimiliki oleh lebih dari satu Badan, maka penulisan tajuknya adalah dengan menuliskan nama Badan Korporasi bawahan yang dimasukkan secara tidak langsung, melainkan dengan mencantumkan nama Badan 31 Korporasi di atasnya terlebih dahulu sebagai unsur pembeda.

Contoh :

Institut Pertanian Bogor. Fakultas Pertanian

Universitas Gajah Mada. Fakultas Pertanian

Universitas Indonesia. Fakultas Ekonomi.

Perpustakaan Indonesia. Departemen Pertanian

e.6. Pejabat Pemerintah Nama-nama pejabat pemerintah secara tidak langsung dapat ditentukan sebagai tajuk dengan menuliskan wilayah pemerintahan sebagai tajuk, yang diikuti dengan nama atau posisi jabatannya. Masa periode jabatan dan nama pejabat yang bersangkutan dicantumkan dalam tanda kurung sebagai unsur pembeda.

Contoh:

Indonesia. Presiden ( 2004 – : Susilo Bambang Yudoyono)

Indonesia. Menteri Pertanian (2003 – 2005 : Bungaran Saragih)

Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Gubernur (2001 – : Sutiyoso)

  1. Badan Korporasi yang merupakan instansi bawahan dari Badan Korporasi lain yang lebih tinggi, namun dapat berdiri sendiri, maka tajuknya ditentukan langsung pada nama Badan Korporasi yang bersangkutan.

Contoh:

Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

  • Tajuk Entri Pada Badan Korporasi

Badan korporasi adalah suatu organisasi atau sekelompok orang yang mempunyai satu nama bersama dan bertanggung jawab terhadap isi dari suatu karya, seperti:

– Perusahaan bisnis

– Lembaga Pemerintah

– Pertemuan: – Konferensi

– Seminar

– Simposium

– Lokakarya, dsb.

Badan korporasi ditetapkan sebagai tajuk entri utama pada suatu karya, apabila karya tersebut memuat/berhubungan dengan:

  1. Administrasi yang berhubungan dengan badan korporasi yang bersangkutan, misalnya: laporan tahunan, kebijaksanaan, kegiatan, keuangan, personalia, hak milik, dsb.;
  2. Suatu hukum atau kumpulan hukum, peraturan administrasi, perjanjian;
  3. Suatu laporan panitia, komisi, dsb.;
  4. Suatu teks liturgi gereja, sekte, dsb.;
  5. Suatu koleksi makalah yang disajikan pada suatu konferensi seperti prosiding (asalkan nama konferensi tercantum dengan jelas pada dokumen yang sedang diolah), atau laporan suatu ekspedisi (asalkan nama ekspedisi tercantum dengan jelas pada dokumen yang sedang diolah).

TAJUK UNTUK NAMA BADAN KORPORASI

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat tajuk untuk Badan Korporasi yaitu:

  1. Memilih nama yang akan dijadikan tajuk;
  2. Menentukan ketepatan nama badan korporasi, termasuk penambahan nama lainnya yang digunakan sebagai pembeda;
  3. Apabila badan korporasi merupakan suatu konferensi atau pertemuan lainnya, dan tercantum dalam kalimat yang relatif panjang, maka dapat dibuat penghilangan khusus dengan memberi tanda baca tiga titik (…) yang ditambahkan sesuai peraturan;
  4. Membuat rujukan/penunjukkan dari badan korporasi yang sama, namum mempunyai perubahan nama yang berbeda
  5. Pemilihan Nama Dan Cara Penulisannya
  6. Nama tepat Badan Korporasi

Nama badan korporasi tersebut ditentukan langsung pada namanya sendiri, kecuali bila menurut peraturan telah ditentukan harus dibuat tajuk pada badan induknya atau nama pemerintahnya.

Contoh: Institut Pertanian Bogor

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

  1. Nama Badan korporasi dalam berbagai bentuk   Nama Badan korporasi yang tertera dalam berbagai bentuk

nama, harus dilakukan pemilihan bentuk nama tepat. Dalam hal ini penentuan tajuk dilakukan berdasarkan:

  1. Nama konvensional

Contoh:     PERHUTANI

BIOTROP

UNESCO

  1. Nama lengkap

Contoh: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

  1. Nama resmi
  2. Nama yang paling banyak digunakan pada halaman judul
  3. Nama Badan Korporasi yang mengalami perubahan Buatlah satu tajuk di bawah nama badan korporasi yang baru, yaitu untuk karya yang muncul di bawah nama itu, kemudian buatkan acuan dari tajuk nama badan korporasi yang lama ke tajuk nama badan korporasi yang baru dan sebaliknya (acuan timbal balik).
  4. Nama Badan Korporasi dalam berbagai bahasa Nama-nama badan korporasi yang dikenal secara nasional maupun internasional dan mempunyai berbagai nama yang dituliskan dalam berbagai bahasa, maka tajuk nama badan korporasi tersebut ditentukan berdasarkan prioritas sebagai berikut:
  5. Badan Korporasi lingkup Nasional (Badan Korporasi Indonesia):
  6. Pada nama dalam bahasa Indonesia;
  7. Pada nama dalam bahasa Inggris;

iii. Pada bahasa asing lainnya yang paling dikenal di Indonesia.

  1. Badan Korporasi lingkup Internasional:
  2. Pada nama resmi dalam bahasa Inggris;
  3. Pada nama resmi dalam bahasa asing lainnya yang paling dikenal di Indonesia.
  4. Unsur Tambahan Pada Tajuk Nama Badan Korporasi
  5. Nama perusahaan, tambahkan bentuk perusahaan atau bentuk badan hukumnya

Contoh: Prima Jaya (C.V.) Abadi Nusantara (Firma)

  1. Badan korporasi dengan nama sama, berikan keterangan tambahan yang berfungsi

sebagai unsur pembeda, yang dapat berupa:

– Tempat kedudukan badan korporasi (kota, negara, wilayah, dan lainnya);

– Keterangan tahun berdirinya;

– Keterangan lain yang dianggap sesuai.

Contoh: Universitas Nasional (Jakarta)

Universitas Nasional (Semarang)

  1. Badan pemerintahan adalah Badan Korporasi yang mempunyai wilayah kekuasaan

atau Badan pemerintahan yang tidak mempunyai badan lain di atasnya. Penulisan

Badan Pemerintah sebagai tajuk dilakukan dengan mencantumkan bentuk nama

badan tersebut dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Contoh:

Jawa Barat. Pemerintah Daerah Tingkat I

Sumatera Barat. Pemerintah Daerah Tingkat I

Indonesia. Majelis Permusyawaratan Rakyat

  1. Konferensi dan pertemuan lainnya Badan korporasi yang merupakan suatu

pertemuan, seminar, konferensi dan sejenisnya, tajuk ditentukanpada nama suatu

konferensi atau pertemuan tersebut. Apabila konferensi tersebut mencakup

keterangan seperti nomor,   frekuensi, atau tahun penyelenggaraan, maka keluarkan

unsur-unsur ini dari dalam tajuk dan cantumkan sebagai unsur pembeda yang ditulis

dalam tanda kurung di belakang tajuk.

Contoh:

Conference of Library Survey (1999 : Chicago)

International Conference on the Biology (2006 : Jakarta)

Latihan Pengelolaan Kebun Percobaan Padi (Ke-3 : 2003 : Sukamandi)

Indonesian Cancer Conference (2nd : 2005 : Bandung)

  1. Badan Korporasi yang dimiliki oleh berbagai Badan Korporasi yang berbeda Nama

Badan Korporasi yang diperkirakan dimiliki oleh lebih dari satu Badan, maka

penulisan tajuknya adalah dengan menuliskan nama Badan Korporasi

bawahan yang dimasukkan secara tidak langsung, melainkan dengan mencantumkan

nama Badan Korporasi di atasnya terlebih dahulu sebagai unsur pembeda.

Contoh:

Institut Pertanian Bogor. Fakultas Pertanian

Universitas Gajah Mada. Fakultas Pertanian

Universitas Indonesia. Fakultas Ekonomi. Perpustakaan Indonesia.

Departemen Pertanian

  1. Pejabat Pemerintah Nama-nama pejabat pemerintah secara tidak langsung dapat

ditentukan sebagai tajuk dengan menuliskan wilayah pemerintahan sebagai tajuk, yang

diikuti dengan nama atau posisi jabatannya. Masa periode jabatan dan nama pejabat

yang bersangkutan dicantumkan dalam tanda kurung sebagai unsur pembeda.

Contoh:

Indonesia. Presiden ( 2004 – : Susilo Bambang Yudoyono)

Indonesia. Menteri Pertanian (2003 – 2005 : Bungaran Saragih)

Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Gubernur (2001 – : Sutiyoso)

  1. Badan Korporasi yang merupakan instansi bawahan dari Badan Korporasi lain yang lebih tinggi, namun dapat berdiri sendiri, maka tajuknya ditentukan langsung pada nama Badan

Korporasi yang bersangkutan.

Contoh:

Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Tanda Baca

Dalam mengetik tanda baca bibliografi, tanda baca yang telah ditentukan didahului dan diikuti oleh satu ketukan, kecuali titik, dan koma hanya diikuti satu ketukan. Tanda kurung biasa untuk pernyataan seri hanya didahului satu ketukan. Jika deskripsi bibliografi dibuat paragraf, maka dearah penerbitan, deskripsi fisik, catatan, dan ISBN tidak diawali tanda titik, ketukan, dua tanda hubung, dan ketukan.

NO DAERAH TANDA BACA UNSUR
1. Judul dan pernyataan tanggung jawab 1.1 Judul sebenarnya
[ ] (kurung siku) 1.2 Pernyataan jenis bahan umum
= (sama dengan) 1.3 Judul paralel
: (titik dua) 1.4 Judul lain/ anak judul
/ (garis miring) 1.5 Pernyataan tanggung jawab
; (titik koma) Pernyataan tanggung jawab kedua dan seterusnya
2. Edisi .– 2.1 Pernyataan edisi
/ (garis miring) 2.2 Pernyataan tanggung jawab
; (titik koma) Pernyataan tanggung jawab yang kedua dan seterusnya, ;sehubungan dengan edisi ybs
3. Data khusus Digunakan untuk terbitan berseri, kartografi, sumberdaya elektronik.
4. Penerbitan .– 4.1 Tempat terbit
: (titik dua) 4.2 Nama penerbit
, (koma) 4.3 Tahun terbit
5. Deskripsi fisik (jika tidak berparagraf) .– 5.1 Jumlah halaman atau jumlah jilid
: (titik dua) 5.2 Pernyataan ilustrasi
; (titik koma) 5.3 Ukuran
+ (tanda tambah) 5.4 Lampiran
6. Seri (ditulis dalam tanda kurung) .– 6.1 Judul seri
: (titik dua) 6.2 Keterangan seri lainnya
; (titik koma) 6.3 ISSN
; (titik koma) 6.4 Nomor seri
7. Catatan (jika tidak berparagraf) .–
8. Nomor Standar dan Harga

(jika tidak berparagraf)

.– ISBN
: 8.1 Harga dan sebagainya

Bahasa Deskripsi

Unsur daerah 1,2,4 dan 6 biasanya disalin seperti yang tercantum pada terbitan yang akan diolah. Sisipan dalam daerah tersebut ditambahakan dalam bahasa terbitan itu. Istilah dan informasi yang ditambahakan dalam daerah 3,5,7, dan 8 dicatat dalam bahasa pengatalog, kalau di Indonesia adalah bahasa Indonesia.

Huruf Besar

            Umumnya huruf pertama dalam setiap daerah menggunakan huruf besar. Penggunaan huruf besar lainnya dalam daerah 1,2,4, dan 6 mengikuti kebiasaan bahasa buku, sedangkan dalam daerah 5,7, dan 8 kebiasaan bahasa Indonesia.

Singkatan

            Untuk istilah latin tertentu ditetapkan singkatan sebagai berikut:

  1. Daerah 1 dan 2 : et al. = et alii (dan lainnya)
  2. Daerah 4 : S.l. = Sine loco (tempat terbit atau tempat cetak tidak diketahui)

s.n. = sine nomine (nama penerbit atau pencetak tidak diketahui)

s.a. = sine anno (tahun terbit atau tahun cetak tidak diketahui)

  1. Daerah 5: il. = ilustrasi
  2. = sentimeter

hlm. = halaman

Singkatan yang resmi lainnya dapat diguakan dalam deskripsi

Tingkatan Deskripsi

Semua unsur dalam deskripsi yang dimuat dalam setiap peraturan pengkatalogan untuk setiap jenis dokumen merupakan informasi yang paling lengkap. Dalam peraturan ini dibuat tiga tingkat deskripsi yang dianjurkan untuk digunakan. Setiap tingkat memuat batasan minimal unsur yang harus dicantumkan oleh perpustakaan atau unit informasi lainnya yang memilih untuk menerapkan tingkat deskripsi tersebut. Berikut ini adalah peraturan unsur-unsur yang harus dicantumkan dalam tiga tingkat deskripsi tersebut.

  1. Deskripsi tingkat pertama

Deskripsi tingkat pertama mencangkup unsur dalam skema di bawah ini.

Judul sebenarnya/pernyataan tanggung jawab pertama bila jumlah atau bentuk penulisannya berbeda dengan tajuk entri utama atau bila tidak terdapat tajuk entri utama. — pernyataan edisi.–rincian khusus mengenai bahan (atau jenis terbitan) tertentu. — Penerbit pertama dan sebagainya, tahun terbit dan sebagainya. –penjelasan deskripsi fisik .–catatan.–nomor standar.

  1. Deskripsi tingkat kedua

Deskripsi tingkat kedua mencangku unsur dalam skema di bawah ini.

Judul sebenarnya[pernyataan jenis bahan umum] = judul paralel : informasi lain dalam judul/ pernyataan tanggung jawab pertama, pernyataan tanggung jawab berikutnya. — pernyataan edisi/ pernyataan tanggung jawab pertama berkaitan dengan edisi. — rincian khusus mengenai bahan (atau jenis terbitan) tertentu. –tempat terbit pertama dan sebagainya. : penerbit pertama dan sebagainya., tahunterbit dan sebagainya., –Penjelasan deskripsi fisik : rincian fisik lainnya; dimensi. — (judul seri sebenarnya/pernyataan tanggung jawab berkaitan dengan seri ISSN seri; penomoran seri. Judul subseri, ISSN subseri; penomoran subseri). — catatan . — Nomor standar.

  1. Deskripsi tingkat ketiga

Dalam deskripsi tingkat ketiga semua unsur yang ditetapkan dalam peraturan ini harus dicantumkan bila informasinya tersedia.

Pola Deskripsi

Deskripsi bibliografi dapa dibuat secara berparagraf atau secara terus-menerus. Polanya adalah sebagai berikut:

  1. Berparagraf
  • Judul sebenarnya = judul sejajar : anak judul/ pernyataan tanggung jawab pertama; pernyataan tanggung jawab kedua. — Edisi/pernyataan tanggung jawab sehubungan dengan edisi. — Data khusus.
  • Tempat terbit: nama penerbit, tahun terbit
  • Jumlah halaman dan/atau jumlah jilid: pernyataan ilustrasi ; ukuran + lampiran atau tambahan . — ( judul seri : keterangan seri lainnya, ISSN; No. Seri)
  • Catatan
  • ISBN atau ISSN : Harga
  1. Setengah paragraf
  • Judul sebenarnya = judul sejajar : anak judul/ pernyataan tanggung jawab pertama; pernyataan tanggung jawab kedua. — Edisi/pernyataan tanggung jawab sehubungan dengan edisi. — Data khusus. — Tempat terbit: nama penerbit, tahun terbit
  • Jumlah halaman dan/atau jumlah jilid: pernyataan ilustrasi ; ukuran + lampiran atau tambahan . — ( judul seri : keterangan seri lainnya, ISSN; No. Seri)
  • Catatan
  • ISBN atau ISSN : Harga
  1. Tidak berparagraf atau terus- menerus
  • Judul sebenarnya = judul sejajar : anak judul/ pernyataan tanggung jawab pertama; pernyataan tanggung jawab kedua. — Edisi/pernyataan tanggung jawab sehubungan dengan edisi. — Data khusus. — Tempat terbit: nama penerbit, tahun terbit. — Jumlah halaman dan/atau jumlah jilid: pernyataan ilustrasi ; ukuran + lampiran atau tambahan . — ( judul seri : keterangan seri lainnya, ISSN; No. Seri) — Catatan. — ISBN atau ISSN : Harga.
Advertisements

2 thoughts on “Menentukan Tajuk Entri

  1. Mantap mbak, berfaedah banget buat materi UTS :’)
    Oiya mbak mau tanya, kalo penulis tidak disebutkan tapi karya tersebut ada editor nya, tajuk entri utama nya apa ya? Makasih 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s